Keberlanjutan
Kopi yang baik dimulai daripetani yang dibayar baik.
Kami tidak menjual cerita. Kami membayar premi mutu, memetakan setiap kebun, dan menanam pohon naungan — lalu mengirim datanya bersama setiap lot.
Keberlanjutan
Kami tidak menjual cerita. Kami membayar premi mutu, memetakan setiap kebun, dan menanam pohon naungan — lalu mengirim datanya bersama setiap lot.
Kami membeli ceri dan gabah dari 1.240 petani di sembilan koperasi, dan membayar premi mutu Rp 1.500–3.000/kg di atas harga pasar lokal untuk lot dengan skor 84 ke atas — langsung ke rekening petani.
Setiap karung membawa kode lot yang tertaut ke koperasi, stasiun cuci, dan poligon kebun. Pembeli menerima lembar keterlacakan dengan koordinat GPS, tanggal panen, dan metode proses untuk uji tuntas EUDR.
Pelatihan agronomi kopi bernaungan, 120.000 bibit pohon naungan gratis sejak 2019, dan perlengkapan sekolah untuk 600 anak petani setiap tahun.
Rumah jemur surya di 2 stasiun cuci memangkas pemakaian kayu bakar 40%. Kulit buah kopi dikomposkan dan dikembalikan ke kebun.
Pohon naungan menurunkan suhu kebun, menjaga tanah, dan memberi petani hasil kedua: kayu bakar, pakan, dan buah.
Dataran tinggi Gayo, Aceh
EUDR
Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa mewajibkan bukti bahwa kopi tidak berasal dari lahan yang dibuka setelah 31 Desember 2020. Sejak 2024, setiap lot kami — kopi maupun rempah — sudah terpetakan ke poligon kebun.
PT Rimba Raya Agro Nusantara
Lembar keterlacakan
Kode lot
Arahkan atau ketuk tiap bagian kode
Rimba Raya Kode eksportir
Asal: Gayo GY Gayo · KR Kerinci · BD Banda
Panen November 2025 Tahun & bulan panen
Koperasi Atu Lintang Koperasi & stasiun cuci
Karung ke-417 Tertaut ke poligon kebun
Mulai dari sampel
Kami kirim contoh PDF dan GeoJSON dari lot nyata, supaya tim kepatuhan Anda bisa menguji format datanya sebelum kontrak.